Sabtu, 27 Januari 2018

Rahasia JUARA SMAN 26 GARUT di Mata Alumni


Terhitung sejak tahun 2014 saat pagelaran Invitasi Hockey Ruangan Pelajar (IHRP) Piala Rektor Universitas Negeri Jakarta ke-4, SMAN 26 Garut adalah salah satu tim yang tidak pernah absen sampai penyelenggaraan ke-8 tahun ini yang sudah bermetamorfosis ke taraf internasional sejak tahun 2017 lalu.
Hari ini mereka memboyong gelar JUARA UMUM, JUARA 1 Putri, JUARA 1 Putra. Tidak hanya itu, penghargaan individu juga di raih Wulan Adhani dan Cucu Darmawan sebagai best player.
Foto by perkumpulan hockey UNJ

Keterikatan emosional sebagai alumni sampai dengan hari ini dan entah sampai kapan masih saja dirasakan, terutama ketika tim putri main. Masih banget deg-degan saat mereka bersiap ke lapang, bahkan kalo liat setiap tingkah dan laku dari mereka sering banget ngaca nya karena apa yang mereka lakukan dulu juga pernah aku lakukan.
Hari itu mungkin aku belum mengenal konsep 3 kunci kemenangan (Latihan-latihan-latihan), tapi tanpa di sadari itu sering dilakukan di setiap hari Senin, Rabu, dan Jum'at atau Sabtu. Sepulang sekolah hal yang dilakukan sebelum menjelang latihan adalah makan bareng, yang nasi nya di beli bareng-bareng di warteg kecamatan. Setelah itu ngobrol dari bahasan paling penting sampai bahasan paling receh.
Keterikatan emosional dan kekompakan yang ada tidak muncul begitu saja, kami sangat merasa menjadi keluarga bukan hanya di lapang tapi juga di luar lapang, kami bukan hanya jadi keluarga saat ada pertandingan tapi setiap hari kami adalah keluarga.
Biasa nya menjelang pertandingan, latihan nya semakin rutin, karena lapangan serasa milik sendiri jadi mudah sekali atur waktu. Kadang setiap hari Minggu kita latihan tambahan. Pagi nya latihan, terus masak-masak an atau "ngaliwet" dalam bahasa kami. Biasanya kita yang masak nasi, ibu Surtini yang bawa lauk nya. Terus kita makan bareng semua nya di atas daun yang sudah disiapkan. Bagi aku itu adalah ciri khas kekompakan yang nyata dan sulit dilupakan.

Makan bareng setelah selesai latihan

Ah.... Satu lagi yang ga boleh terlewat, di hari Jum'at atau kadang pas hari Minggu nya kita juga sering berkunjung ke rumah Aa Eli (salah satu pelatih yang kemarin duduk di bench mendampingi tim putra). Rumah nya yang lumayan di gunung di manfaatkan buat latihan fisik, kita sering banget ke sana jogging. Terus nanti sampe rumah nya kita menyempatkan ke Curug dan masak lagi, juga makan bareng lagi.

"Curug" foto by Lani

Konsep nya mungkin sederhana tapi itu justru yang bisa membuat kita semakin merasa saling memiliki sebagai keluarga satu sama lain, dan itu terjadi di setiap generasi ke generasi.

1 komentar:

  1. Mantap teh eva, sesama alumni luar biasa merasakan nya

    BalasHapus