Jumat, 02 Juni 2017

Hanya karena Kamu Benar bukan Berarti Aku Salah

Kini dunia memang benar-benar berada dalam genggaman, dalam arti konotasi. Hampir semua umat zaman mempunyai kotak ajaib yang di dalamnya bisa melihat apapun yang diinginkan. Jangan berpikir lagi yang dimaksud itu apa, karena sudah jelas kotak ajaib itu yang sekarang ada dalam gengamanmu alias si handphone.

Tidak melihat kalangan manapun karena hampir semua lapisan masyarakat menggunakan alat canggih itu. Sekarang di beranda maya saya isinya random banget, bukan hanya berisi status yang mengeluhkan rasa lapar dan menuliskan do'anya. Sekarang banyak orang beropini melalui tulisan di status media sosial yang bahkan kadang sampai mengundang perdebatan. Dari hal yang sepele masalah kemalingan sandal jepit dan si pelaku akhirnya di penjara, sampai hal yang privasi masalah keyakinan.

Saya sangat tidak suka berdebat dan cenderung menghindari perdebatan. Jika ada keadaan yang memaksa saya utuk memperdebatkan sesuatu, saya lebih memilih diam dari pada meladeninya dan lebih suka menunjukan kebenarannya lewat tindakan, supaya ketika yang bersangkutan melihat buktinya dia langsung bungkam dan berhenti berbicara. Mengenai perdebatan, yang saya pahami adalah bukan perkara salah atau benar, tapi tentang perbedaan sudut pandang. Akan lebih baik jika sebuah perdebatan itu tidak diikuti dengan prasangka-prasangka buruk supaya tidak saling menjatuhkan dan saling merugikan.

Perdebatan itu harus ada supaya kita bisa menyimpulkan hal baru dari permasalahan yang diperdebatkan dari berbagai sudut pandang, bukan menambah keadaan menjadi lebih ruwet dan kacau. Selain itu ilmu tertinggi yang harus dikuasai dalam perdebatan adalah saling menghargai pendapat orang lain. Jadi marilah saling menghargai antar sesama di atas perbedaan presepsi, kita juga perlu tau dulu alasan dan sebab akibat seseorang berasumsi sesuatu, jangan menelan hal yang mentah--itu tidak akan enak.

Foto by google

3 komentar: