Minggu, 15 Oktober 2017

Pilihan

Selama hidup yang gue jalani, ada beberapa kesempatan gejolak hidup yang harus gue lalui dengan pilihan. Beberapa kali gue berhasil dalam memilih jalan yang harus gue pilih, namun beberapa kesempatan juga gue  gagal manfaatinnya hanya karena takut nya gue menanggung resiko dalam beberapa pilihan. Apakah gue nyesel? gue berpikir sejenak dan terus bertanya tentang hal ini. 
Mungkin gue sempet ngerasa nyesel, bahkan pada saat perasaan itu muncul jadilah gue merasa bahwa hidup yang gue jalani saat itu gak begitu berarti seperti sebelumnya. Tapi lambat laun seiring dengan berjalannya waktu gue akhirnya paham banyak hal, di balik semua nya ada banyak hal yang bisa gue syukuri, bahkan terkadang untuk hanya sekedar sembuh dari luka penyesalan adalah dengan sebuah penerimaan.
Hari ini pilihan itu datang lagi, jika kemaren yang gue lakukan ketika dua pilihan ada di tengah perjalanan hidup gue yang gue lakukan adalah meminta pendapat beberapa orang yang gue percaya, tapi untuk saat ini gue gak mau lagi melakukan itu. Kesempatan memilih ini akan gue manfaatkan secara maksimal, semampu apapun yang gue bisa. Alasan nya bukan karena gue sudah master untuk memilih, tapi lebih karena ini adalah hidup gue, apapun pilihan yang gue pilih akan gue jalani nanti nya. Resiko apa pun yang harus gue tanggung serumit apapun akan membuat gue dewasa.
Gue rasa asalkan kita gak lupa dari mana kita berasal, bagaimana kita melewati semua nya dengan bantuan banyak orang, tidak melupakan orang sekeliling dan sahabat tentunya, semua akan baik-baik saja. everything it's gonna be oke, alright?
Bapak bilang, "terserah mau menjalani hidup dimana pun, yang pasti harus selalu tetap hidup dalam kejujuran, dalam kebaikan, jangan ikut campur urusan orang, fokus sama hidup sendiri aja"
lalu di perkuat lagi sama kalimat mama yang bilang "terserah orang mau bilang apa, mau bagaimana ke kita. Hal yang penting adalah kita tetap biasa aja sama orang tersebut."

Senin, 25 September 2017

Pengakuan

Sebulan sudah hampir akan berakhir, namun tak ada garapan kalimat, bahkan tak ada satupun bajakan huruf yang menjejal di microsoft word. Padahal secara tidak langsung sudah berikrar untuk bisa konsisten menulis 1000 kata per hari, di acara "Smart Writing to Aid our Generation" tanggal 9 September. Artinya pohon kehidupan sampai sekarang belum di tanam, padahal sudah di tegaskan bahwa pohon itu akan tumbuh kokoh dan berbuah di 20 tahun ke depan. Lalu jawaban apa yang akan keluar jika 20 tahun ke depan ada yang bertanya, "sudah menanam pohon apa di kehidupan ini?".
Jika di tuliskan dan di cari faktor apa saja yang menghambat dalam lalai nya tugas itu, maka semua akan dijadikan alasan dan cenderung membela diri sendiri. Padahal sangat jelas diri ini lalai.
Hal yang pasti membuat semua nya tidak maksimal adalah karena bulan ini bener-bener hectic. Pagi harus berangkat ke sini, siang sudah harus melakukan itu, lalu sore sampe menjelang malam latihan. Sampai saat ini hanya itu yang membuat nya kacau, tapi cabang nya banyak. Semua rasa juga campur aduk, capek, lelah, pusing, lesu dan perasaan ingin terus beristirahat jika ada waktu luang. Awal nya sempet kepikiran untuk tetap menulis di perjalanan sambil menanfaatkan waktu, tapi karena yang di pilih transportasi umum busway jadi mana sempet pegang HP untuk ngetik, yang ada satu tagan pegangan karena berdiri, tangan yang lain sibuk bawa tentengan. Pernah juga di coba mungkin di perjalanan tempat mencari inspirasi dan di ekseskusi setelah di rumah atau di waktu luang lain nya dimana pun. Tapi, tidak berhasil juga karena ketika ada waktu luang pasti digunakan untuk istirahat, akhirnya terbengkalai sampai sekarang. Untuk menulis sebanyak 1000 kata minimal kita harus membaca 2000 kata, melihat banyak kejadian untuk di angkat (intinya sih peka sama lingkungan). Sebab dari yang di baca digital maka tulisan yang keluar pun hanya balasan chat personal dan grup di beberapa aplikasi android.  Hooooa.... generasi macam apa aku ini, 😫
  

  

Senin, 04 September 2017

Hockey 2014

"No place like a home but hockey is my family"
Masih nyambung sama postingan aku sebelumnya, di hockey UNJ aku juga punya teman satu angkatan, tidak hanya seputar junior dan senior saja. Pas awal masuk sebenarnya jumlah anak hockey angkatan 2014 itu ada 15 orang, bahkan lebih karena ada yang masuk lalu keluar lagi. Sekarang yang bertahan hanya tinggal 10 orang, 5 orang di huni putri dan sisa nya putra. Diantara nya ada aku sendiri, Risma, Rika, Jannah, Kiki, Fauzur, Fahmi, Mamet, Yogi dan Bara.

Punya temen satu angkatan itu enak, berasa punya teman seperjuangan-sepenanggungan. Di tengah-tengah tekanan para senior juga kita bisa bertahan salah satu nya karena ada temen satu angkatan jadi berasa gak sendirian. Diantara kami semua nya punya watak masing-masing, apalagi yang putra nya. Watak mereka sudah mulai keliatan pas selesai OBCB (Outdor Based Character Building) tahun 2015. Di perjalanan kami tak semua nya sependapat dalam menjalani banyak hal. Kami sudah melewati menjadi panitia syukuran, panitia RAT dan Raker, panitia halal bihalal, panitia buka puasa juga. Semua kami jalani satu-satu, ketua pelaksana nya giliran yang putra-putra itu. 

Jadi Panitia Buka Puasa Bersama 2015

Sistem pembinaan perkumpulan hockey UNJ yang terstruktur dan terorganisir membuat kami perlahan dewasa, menyikapi setiap perbedaan satu sama lain. Sekarang angkatan kami sudah masuk pada tahap panitia inti pagelaran-pagelaran besar agenda wajib perkumpulan hockey UNJ. Sekarang yang sedang akan di jalani adalah kejurnas pelajar yang ketua pelaksana nya Fauzur, tentu kami support.   meskipun dia ketua pelaksana nya tapi ini bagian kami untuk ikut andil dalam proses memberikan gambaran sebuah organisasi kepada junior-junior.  


2015

Dulu junior, sekarang udah punya junior. Inget pesan bang Aco "kita hanya punya junior, karena jadi senior itu ketika kita lulus.", pesan bang abeng juga jangan dilupain "jangan pernah lelah untuk belajar". Sekarang kita juga tidak hanya memberi apa yang sudah kita dapat ke junior tapi lebih dari sekedar itu kita juga sedang belajar menjadi pribadi yang punya junior yaitu "senior".
Karakter seseorang itu tidak pernah bisa di rubah, tapi kalo kita bisa sama-sama saling menghargai dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik sesuai versi masing-masing persaudaraan kita akan seterus nya. Jalan sukses itu berbeda-beda, mudah-mudahan kita bisa sukses bersama meskipun dengan jalan nya masing-masing.  








Kamis, 31 Agustus 2017

Journal rantau #1

Good by agustus, Hallo september dan Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H 😊.
Tahun ini menjadi tahun ke dua aku lebaran tanpa keluarga, yang pertama pas awal semester dan sekarang di akhir semester. Beda rasa nya, kalo sekarang berasa udah struggle melewati semua nya, meskipun tetep aja ada rasa sedih pas denger suara takbiran. Tahun ini gak kebagian puasa, karena lagi halangan jadi ga shalat juga. Padahal pahala puasa arafah di tanggal 9 dzulhijah bisa menghapus dosa satu tahun ke belakang dan satu tahun ke depan, masyaAllah ya.
Orang rumah pada nanya semua, mamah, bapak, shani juga nanya.
"Teteh mau pulang ga?"
"Enggak..."
 "Kenapa...?" Tanya nya meminta penjelasan.
"Kan sekarang teteh udah kerja, terus lagi ngumpul-ngumpul uang buat beli laptop. Jadi lagi ngirit." Terang ku.
"Oh gitu, yaudah mudah-mudahan cepet kebeli ya." Do'a Shani. 
Emang itu salah satu alasan kenapa ga pulang. Emang bener-bener lagi irit, lagi gencar-gencar nya menabung. Rencana nya target beli laptop itu sekitar pertengahan oktober. FYI aku ga punya laptop sampai sekarang, ssemester 7. Setiap nulis blog juga di Handphone. Kalo ngerjain tugas sama semua yang berkaitan dengan kuliah dan organisasi biasanya pinjem temen. Alhamdulillah masih banyak yang mau minjemin. Sebenarnya waktu SMA itu dilanjutkan atau tidak nya aku kuliah ingin tetap beli laptop. Tapi sampai sekarang belum, karena belum di kasih sama Allah nya. Waktu tahun 2014 mamah juga pernah bilang mau beliin laptop, tapi sampai sekarang belum juga. Nah... kebetulan di tahun 2017 bulan agustus ini Allah memberikan jalan nya, alhamdulillah aku sekarang udah ada penghasilan dari mulai tanggal 4 agustus yang insyaAllah halal. Kalo di itung-itung penghasilannya lumayan, meskipun dalam perjalanan mengumpulkan rupiah itu jatuh bangun, harus bulak balik pasar rebo. Kadang berangkat subuh ketika gelap dan pulang maghrib ketika matahari sudah tenggelam.
Uang dari setiap gaji nya ga pernah di ambil sepeser pun, karena itu uang nya buat beli laptop. Gaji nya ga tentu, fleksibel banget malah, kadang 1 minggu sekali kadang 2 minggu sekali. Uang nya juga gak tentu, sesuai sama kita nya. Pekerjaan apakah itu?
Saya tidak akan membicarakan nya sekarang, jadi silahkan menerka sendiri. (:
Selama bulan agustus di 4 minggu aku gaji an selama 3 kali, yang jumlah nya lumayan kalo menurut aku. Jujur aja selama bulan agustus itu bener-bener kerja nya itung-itungan terus supaya uang nya bisa nyampe target di pertengahan oktober bisa kebeli laptop nya. Belajar banyak tentang segala hal juga. Hal yang pasti adalah aku mendapatkan banyak hal luar biasa, bukan soal materi aja, tapi soal hidup juga.
Oh iya, aku juga lagi gencar nya nyari info tentang laptop yang budget nya sekitar 4jt yang kulitasnya lumayan. Kalo ada usul kasih tau yaa... makasih 😊 

Minggu, 20 Agustus 2017

Tolong Kasih Saya Jawaban..

"Ada masanya menjadi junior lalu jadi senior..
Dan ada masa nya juga kita jenuh dengan ke dua nya"
Saya baru akrab dengan tingkatan antara junior dan senior hanya ketika di UNJ di Fakultas Ilmu Olahraga ini. Selebihnya hanya di ajarkan untuk selalu menghormati orang yang lebih tua dari kita oleh orang tua saya.
Ada rasa antusiasme ketika dihadapkan dengan situasi itu karena sebelum nya belum pernah berkaitan dengan itu. Saya angkatan 2014 dan senior saya 2011 meskipun semua angkatan di atas kita adalah senior. Hari itu saya sangat bangga sekali dengan semua senior 2011, masing-masing punya ciri khas dan sesuatu yang membuat saya bangga sebagai junior nya, meskipun waktu itu sering banget di kumpulin karena banyak yang harus disampaikan katanya. Hal-hal yang di sampaikan juga tentang banyak hal yang harus kita ketahui, meskipun di ujung nya suka ada kalimat yang menyatakan bahwa kita itu salah sebagai junior, meskipun memang "junior tempat nya salah". Saya mulai bisa terbiasa dengan kalimat yang menyatakan bahwa saya atau yang lainnya masih kurang dalam menjalankan beberapa tugas sebagai junior padahal saya pikir saya sudah melakukannya dengan maksimal, saya diam.. dan memang itu yang harus saya lakukan. Bahkan sampai sekarang saya masih seperti itu, apapun yang banyak orang katakan apalagi menyalahkan apa yang saya lakukan saya hanya diam sebagai bentuk respon. Apa ini juga penyebab saya menyimpulkan bahwa saya sangat tidak suka berdebat? saya gak tau apakah itu salah atau memang seharusnya begitu, tolong beri tau saya jika itu salah (di komentar).
  

Rabu, 09 Agustus 2017

Hutan Mangrove

Happy holiday... khusus mahasiswa, karena sedang libur semester genap dan libur nya pun sampai bulan september, cukup banyak waktu seperti nya. Jadi apa yang dilakukan selama libur?
Bagi sebagian orang yang sudah bekerja mukin jadi lebih fokus sama pekerjaan nya, bagi yang aktif di organisasi mungkin juga bisa lebih fokus sama job desk nya, lalu bagi saya? 
Emh.... karena belum kerja, ga terlalu sibuk di organisasi juga jadi agenda selama libur kuliah adalah latihan, selebihnya nganggur :').
Kerjaan nya mantengin layar hp, banyak baca blog ini juga yang isi nya tentang pengalaman pribadi dan menariknya adalah pengalaman traveling nya jadi sangat menginspirasi. Punya mimpi mau keliling dunia tanpa harus membayar tapi di bayar itu emang udah lama banget, dari pas SMP. Tapi sejak banyak baca tentang travel blogger berasanya jadi punya motivasi untuk mewujudkan mimpi itu. 
Jadi lah saya punya rencana untuk pergi ke berbagai tempat yang ingin di kunjungi dan menjelajahi nya. Bersyukur kalo emang ada teman yang punya tujuan sama, sekalipun tidak ada kalo ada kesempatan bakal di jabanin dah.
Di latar belakangi dengan pertanyaan "selama tinggal di Jakarta udah kemana aja?" Jadi mari  kita jelajahi tempat apapun yang ada di Jakarta. Lalu, saya memutuskan tujuan pertama nya adalah ke Hutan Mangrove di daerah wisata Muara Angke, PIK (Pantai Indah Kapuk) Jakarta Utara. Kenapa ke mangrove?
Sebenar nya mendengar tempat ini udah dari semester 2 kuliah, sekitar tahun 2015. Temen-temen yang bilang tempat itu sangat bagus, sedikit meruntuhkan semua presepsi tentang ibu kota karena ada tempat itu.  ibu kota dan hutan, bukannya itu luar biasa ya?

Selain itu pas liat temen-temen yang upload foto di sana juga bagus banget pemandangannya. Tapi karena banyak alasan yang gak memungkinkan ke sana, akhirnya sekarang baru kesampaian buat berangkat ke sana.

Trasportasi ke Mangrove
Awalnya hanya becanda, tapi di seriusin. Saya gak berangkat sendirian, ternyata temen-temen saya pun pengen ke sana. Diantaranya, Kiki, Risma, Rika, Jannah sama ka Ziah. Lumayan rame juga. pas berangkat kami menggunakan jasa taxi online, kemaren kami menggunakan grab. Ongkos dari Rawamangun ke sana Rp.97.000,- tidak termasuk biaya tol. Kalo di totalin semua biaya nya sampe Rp.135.000,- karena sampai 4 kali masuk gerbang tol, lalu jumlah nya di bagi 6 deh patungan. Jauh ternyata meskipun lewat tol, dan pulang nya kami memutuskan naik kendaraan umum. Di depan gerbang pintu masuk ada beberapa angkot nomor 11, turun di halte busway penjaringan. Ongkos nya Rp.3.000,- padahal deket banget, kalo tau letak halte nya mending jalan kaki aja, soal nya bisa sekalian liat-liat daerah PIK dan bisa foto di sekolah budha yang deket lokasi hutan mangrove nya. Bangunan nya bagus, lumayan lah kalo buat latar belakang foto berasa di mana gitu... XD.
Kalo udah di halte busway naik deh, transit di blok M, naik lagi ke dukuh atas, lalu naik busway arah pulo gadung turun di halte sunan giri deh, udah selesai. Ongkos busway nya hanya Rp.3.500,-. Jauh lebih murah bukan?
Tapi ya harus sabar nungguin antrian busway nya. Kalo lagi beruntung ya bisa duduk selama perjalanan tapi kalo lagi gak beruntung ya berdiri sampe jompo di busway. Kemaren saya sedang sangat beruntung. Hehehe, alhamdulillah.

Mangrove dan Realita

Harga tiket masuk tempat wisata ini adalah Rp.25.000,- kalo yang bawa motor sama mobil ada biaya parkir nya, dan saya lupa. (:
Banyak presepsi tentang tempat ini, tentunya positif dan negatif.   Lalu apa yang akan saya tuangkan di sini hanya sebatas menurut kaca mata saya.
"Realita jauh dari ekspetasi" sering dengar kalimat ini bukan?
Mangrove yang ada di ruang imajinasi saya jauh dengan realita. Mungkin karena mangrove yang ada di imajinasi saya tahun 2015 dan sekarang sudah 2017. Sudah genap 2 tahun.
Kayu reyot, kayu rapuh dan dermaga butek. Itu yang kemaren saya lihat.

Gambar di atas adalah jembatan yang pegangan kiri/kanan nya rapuh. Selain itu di samping jembatan ada tempat duduk yang di buat dari kayu tapi tidak semua dalam kondisi bagus, beberapa ada yang rapuh juga. Bukannya nyaman untuk di dudukin dan menikmati pemandangan dermaga eh malah takut seketika ambruk. Selain itu kondisi dermaga nya pun tidak sesuai ekpetasi karena air di dermaga nya tidak jernih, karena di dermaga itu banyak pohon mangrove nya jadi banyak daun-daun jatuh, alhasil dermaga nya semakin terkesan kotor.

Saya ke sana bukan mencari sisi negatif nya, ah tentu saja saya ke sana ingin mencari sisi lain dari ibu kota dengan di iming-imingi "hutan mangrove". Hutan di ibu kota..
Jauh dari itu, yang saya suka di tempat ini adalah angin nyaa... yaa... angin. Meskipun cuaca hari itu panas tapi karena banyak pohon angin nya semakin berasa banget. Di Jakarta kan jarang banget ngerasain angin, mana bisa gedung-gedung pencakar langit itu meliuk-liuk atau nelambai-lambai seperti nyiur di pantai.
Lebih atau kurang nya saya sangat menikmati berkunjung ke tempat itu.
see you.... 👋🙌 



Jumat, 28 Juli 2017

Ending Kuliah Senam Artistik

Inilah waktu nya
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa akhirnya saya lulus mata kuliah senam. Hari jum'at tanggal 28 juli kemarin saya mendapat kabar dari Deshinta kalo saya lulus mata kuliah itu. Dia mengirimkan saya foto sebagai bukti kelulusannya. Benar-benar jum'at berkah. 

Cerita di balik UAS senam
Saya UAS di hari terakhir kesempatan untuk UAS, hari jum'at juga waktu nya. Banyak perdebatan antara pikiran dan hati saya mengenai keputusan untuk melaksanakan UAS ini. Tadinya saya tidak akan mengikuti UAS itu, tapi temen-temen saya terus ngingetin, terus ngajakin untuk mengikuti UAS. Saya meyakinkan diri saya untuk melaksanakan UAS meskipun kepercayaan diri saya tidak ada sama sekali untuk ujian itu, beberapa kali juga saya gagal meyakini pikiran saya. 
Kiki yang udah duluan melakukannya memotivasi banyak untuk mengikuti UAS dulu. Saya benar-benar butuh kepercayaan diri saat itu, percaya bahwa saya bisa melakukannya, percaya bahwa apapun hasil nya akan lebih baik jika kita telah berusaha. 

The power of imagery training 
Kamis malam, setelah selesai latihan, saya memutuskan memberanikan diri sedikit ngobrol tentang ini ke bung oktav, saya rasa ini adalah solusi mengingat beberapa pertandingan juga saya bisa melalui nya karena dorongan dari beliau. Malam itu bung bilang "sama seperti bertanding, jangan lupa imagery training".
Malam itu, meskipun dihantui rasa takut... Takut ini... Takut itu.... Takut ga bisa... Takut cedera dan semua yang berhubungan dengan rasa takut saya tetap imagery training. 

Waktu ujian
Jum'at, pukul 14.00 saya berniat melaksanakan ujian itu. Seperti yang bung bilang "apa yang terjadi.... Terjadilah". Saya dapat nomor urut ujian ke 16, waktu nya sekitar pukul 17.00 WIB dan artinya saya bisa latihan dulu. 
Ketika nama Eva Suryati di panggil, jangan tanyakan apa yang saya rasakan....  
Luar biasa pokoknya...  Udah ga ngerti harus apa yang di rasain.
Tapi apapun itu akhir nya saya melalui nya. 

Ucapan terima kasih
Saya tidak bisa sendirian meskipun dalam melakukan praktek nya sendirian. Dorongan secara eksternal itu sangat penting dan di butuhkan. Dalam perjuangan senam ini banyak banget yang terlibat, termasuk mamah dan bapak yang selalu ngedoain, bung yansen dan bang Candra selaku dosen mata kuliah ini, bung octav, mungkin kalo malam itu saya ga nanya bung sampai saat ini saya ga bakalan UAS dan ga lulus, Dede Deshinta yang selalu ngingetin buat kuliah itu, nungguin pas UAS juga, support sebisa yang dede lakukan, terus Risma, Rika teman seperjuangan,  kiki juga yang ngajakin terus buat UAS, ngeyakinin kalo kita bisa, buat ka ziah yang bawel banget nyuruh UAS senam jadi berasa dihantuin terus, ka nana yang ngedoain pas lagi ujian, Ade (2016) juga yang ngebantuin pas flik flak sama salto belakang. Makasih semua nyaa. Kalian sangat luar biasa 😘😘😘😘


Baca juga 👇
Kuliah senam part 1
Kuliah senam part 2
Kuliah senam part 3