Rabu, 18 Juli 2018

My Team



Aku sudah bersama dengan mereka dari tahun 2016 lalu. Aku merasakan patah dan pahitnya kekalahan, merangkak, berjuang kembali dan menjadi juara. Setiap moment punya ruangnya masing-masing, membuat semuanya berkesan.

Aku merasakan bagaimana jatuh kemudian bangkinya tim ini. Semua kita lalui bersama, kenangan lima belas hari kemarin memenuhi ruang ingatanku saat ini. Ternyata jadwal penyelenggaraan pertandingan yang hampir serentak itu, membuat UNJ hockey mencetak sejarah yang sebelumnya belum pernah terjadi. 

Hari itu, dimulainya event di IHR (Invitasi Hockey Ruangan) ISTN. Aku menemui hal baru dari tim ini, ternyata lawan terberat dalam event ini adalah diri kita sendiri. Jadwal pertandingan yang renggang dan banyak rest nya membuat masing-masing dari kita susah menemui irama permainan. Setiap game koreksinya tentang kesalahan individu, melakukan hal yang tidak penting, misc komunikasi dan kesalahan lain yang sebenarnya sudah tidak harus dilakukan lagi. Sebab itu juga masing-masing stress sama diri sendiri. Waktu pertandingan yang 15 x 2 juga membuat waktu terasa begitu singkat.

Upacara penutupan selalu menjadi moment berharga yang aku dapati, ketika naik podium adalah hal yang selalu dinantikan. Sekarang tidak hanya itu, kita harus bergegas dalam waktu singkat, karena harus berangkat kembali ke Bandung untuk mengikuti event KHR (Kejuaraan Hockey Ruangan) UPI. Pertama kalinya event yang diikuti secara berturut-turut ternyata menjadi hal yang luar biasa dan sejarah baru juga menambah haru saat juara dikeduanya.Alhamdulillah...


Lalu Muhammad Zohri

Selamat dini hari, semoga dalam keadaan baik ya. Postingan ini akan menjadi post pertama yang bukan menceritakan tentang hockey atau pengalaman pribadi. Setelah terjebak di jejaring maya, ada sesuatu yang menggelitik saya untuk menulis. Atas dasar tuntutan untuk menarik perhatian pemirsa, beberapa media memang memilih judul yang ekstrim. Judul yang mengalihakan pusat perhatian saya, sampai akhirnya menulis ini yaitu judul vlog deddy cobuzier. Kurang lebih judulnya seperti ini, "ZOHRI MENANG ITU HANYA KEBETULAN!! HOKI....". Tidak aneh memang, kalo judul-judul yang di sematkan Deddy di setiap vlog nya sesuatu yang bikin orang bertanya "Apasih maksudnya?". Biasanya saya tidak pernah menoleh sedikitpun. Tapi kali ini, pusat perhatian saya tersita karena judul itu.

Isi dari vlognya itu, dia mengungkapkan bahwa Zohri itu menang hanya karena "Kebetulan". Lalu dia mencontohkan dirinya. Dia mengukapkan bahwa "Buat bikin badan gue seperti ini butuh modal....bla..bla...". Dia juga menyebutkan nominal untuk membuat tempat gym nya sendiri di rumah sekitar 400-500 juta. Pointnya adalah untuk mendapatkan sesuatu butuh dukungan uang, modal, kemampuan dan sebagainya. Dia juga memaparkan tentang keadaan Zohri, sepatu lari yang tidak dia miliki, rumahnya yang gubuk, gizinya yang kurang dan suplemen yang tidak diperhatikan. Fakta yang dia sebutkan bahwa Zohri menang karena kebetulan, dia hanya dianugrahkan Tuhan memiliki genetik yang bagus tanpa dukungan seperti yang diebutkannya barusan. Kalimat selanjutnya yang Deddy keluarkan adalah "Kalo orang-orang seperti itu di dukung oleh pemerintah, akan ada berapa banyak atlet Indonesia yang akan menajdi hebat di mata dunia."

Saya setuju pada beberapa point pendapatnya, intinya dia ingin memberikan saran kepada pemerintah kita untuk lebih memperhatikan orang-orang seperti Zohri ini. Secara tidak langsung dalam kalimatnya meminta pemerintah untuk mendukung secara penuh. Tapi pada ponit yang lain saya sangat menentang pendapatnya. Saya tidak setuju bahwa Zohri menang hanya karena kebetulan, karena tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua memiliki prosesnya masing-masing untuk dijalani dan ditaklukan. Terbukti ketika saya mencari sumber lain mengenai pemberitaan Zohri. 

Infografik Lulu Muhammad Zohri
Kalo kita perhatikan, Zohri juga meraih semua prestasinya tidak hanya karena kebetuluan. Dia latihan, buktinya dalam setiap event yang dia ikuti, catatan waktunya meningkat. Sampai terakir kali, ketika dia menjadi juara dunia saat ini, catatan waktunya adalah 10,18 detik. Terakhir pada bulan Juni 2018 di Kejuaraan Aia Atletik Yunior di Jepang dengan catatan waktu 10,27 detik.

Di sumber lain diungkapkan dari sudut pandang pelatihnyam, Eni Nuraini. "Dia (Zohri) paling disiplin. Dia gak saya suruh saja tetap latihan. Saya sudah beritahu kekurangan dia apa, tanpa saya suruh, ketika selesai latihan dia lakukan latihan-latihan untuk memperbaiki kekurangannya,"

Kabar baiknya adalah ternyata sekarang pemerintah sedang merancang pembentukan sebuah badan yang menangani bibit muda di bidang olahraga dan pendidikan. (Sumber: Kompas.com //bisa di cek disini). Semoga benar terlaksana.
.

Kamis, 05 Juli 2018

Benci jadi sayang

Keterbatasan kita sebagai manusia selain bukan mahluk yang sempurna adalah tidak bisa membahagiakan semua orang yang kita sayang. Ketika kita membahagiakan sebagian orang maka ada sebagian lagi yang masih merasa kecewa. Sekalipun kita sudah berkorban dan melakukan semuanya, tetap saja ada sebagian orang yang sedang kita kecewakan. Begitu juga dengan diri kita sendiri, kita merasa tak enak hatinya dan pikiran terganggu, muncul beberapa pikiran negatif saat kita dikecewakan atau sesuatu itu tidak sesuai harapan.

Ketika kita dapati beberapa orang yang kita kecewakan menunjukan reaksinya dengan cara menjauh dari sebelumnya, rasa tak enak hati itu semakin kuat, merasa diri paling salah. Jalan yang sudah berbeda akan sulit untuk bisa beriringan lagi dan itulah awal mula sebuah kekecewaan. Padahal hidup ini tergantung pada orang yang menjalani, perkara itu membuatmu terluka dan tak enak hati sudah menjadi tanggung jawab masing-masing. Urus saja hatinya sendiri. 

Saat hari ini kita merasa tak suka bahkan sampai level benci pada seseorang, jangan sampai yang lain tahu dan jangan dibicarakan pada siapapun. Kamu tahu alasannya apa? Karena hati itu mudah sekali berbolak balik dan Allah maha membolak balikan hati. Bisa jadi detik ini kamu sangat menyukai seseorang tapi karena sesuatu hal kamu malah membenci dan kalo bisa gak perlu ketemu dia lagi. Rasanya inkonsistensi ketika kamu curhat tentang rasa tak suka kamu pada seseorang tapi dikemudian hari malah ketahuan jalan berdua. Aku sih malu, gak tahu kalo kamu.